Sabtu, 16 November 2019

"Anggaplah Kamera yang kamu bawa itu adalah Isterimu sendiri"


      Semua berawal saat lulus kuliah, fakultas ilmu komunikasi, Program Studi Penyiaran. sebulan setelah dinyatakan LULUS, saya langsung mendapat kesempatan untuk bekerja di industri media televisi yang bisa dibilang fokusnya dipemberitaan. 

Bersama teman-teman PDP VI & MMDP VIII
Saya bergabung di media tersebut melalui jalur yang diberi nama, Production Development Program Batch ke 6. Program ini memang dikhususkan untuk mereka para lulusan baru dari perguruan tinggi (Fresh Graduate) yang ingin bekerja dan berkarir di industri media televisi dan belajar banyak soal Produksi Program Televisi.

Oke, diawal Perjalanan saya berkarir di industri ini. saya ditempatkan di Departemen News Gathering, sebagai Camera Person / Kameraman. Tugasnya, sudah pasti meliput kejadian yang ada dilapangan, dan menghasilkan suatu gambar/video yang bagus dan bisa bercerita. 

Kaget, dan Merasa mengemban tanggung jawab besar, itulah yang saya rasakan saat pertama kali bertugas. saya biasanya ditugaskan dilokasi peliputan yang kemungkinan akan ada laporan langsung dari tempat tersebut. ada satu mobil van yang kami sebut SNG (Satellite News Gathering), yang fungsinya untuk membantu kami melakukan siaran langsung dari lokasi kejadian, menggunakan satelit sebagai medianya.

Bagian dalam SNG
Mobil SNG
SHOW MUST GO ON. Jadi bagian dari jurnalis televisi harus siap dengan berbagai situasi dan kondisi yang ada dilapangan. ketika diminta untuk laporan langsung, harus siap dan tidak boleh ada kesalahan saat siaran berlangsung. komunikasi dan koordinasi antara saya, reporter, teman-teman dari SNG, dan Producer yang ada dikantor harus terjalin dengan baik, agar tayangan bisa sesuai dengan recana.

Kamera yang digunakan Meliput
oke itu tadi bagian dari teknis dan bagaimana siaran langsung dari lapangan bisa terjadi. tapi yang menarik menurut saya adalah kisah kami, para jurnalis. yang menunggu dan mengejar informasi secara langsung dengan berbagai halangan dan rintangan yang ada dilapangan. 

ada satu rekan kerja saya yang bilang begini "anggep kamera yang lo bawa itu adalah isteri lo, yang harus lo sayang, dan lo jaga, ditengah situasi sesulit apapun". yap, berperan sebagai seorang kamera person, tanggung jawab terbesarnya gak cuma digambar yang dihasilkan, tapi juga menjaga si kamera agar tetap aman. karena harga satu unit kamera untuk peliputan itu tidak murah.

Bersama teman-teman Jurnalis RI 1
mungkin teman-teman pembaca pernah lihat di layar kaca, bagaimana kami para pewarta berdesakkan, berlarian, saat mengejar narasumber. berebut dengan media lain demi mendapat gambar, dan mengejar statement dari narasumber. yap, itulah realita yang kami alami ketika bertugas dilapangan. media yang ada di Indonesia ada banyak sekali jumlahnya. gak cuma televisi, ada media online & cetak juga. kami biasa berkumpul dilokasi kejadian, dan bersama mencari informasi untuk disampaikan ke publik. jujur, yang berat adalah "Menunggu". pekerjaan kami sering kali hanya menunggu narasumber untuk memberikan statementnya. tidak jarang, seharian kami bertugas di satu tempat, dan kami hanya menunggu. buat kalian yang gak suka nunggu, ini jadi hal yang sangat tidak mengenakkan. tapi sembari menunggu, kami sesama jurnalis biasanya berbagi cerita, bercanda, main games dan sebagainya. untuk mengisi waktu dan melepas kejenuhan. hal ini yang membuat kami semakin dekat, tertawa bersama dan merasa seperti keluarga.

Liputan Di Istana Presiden
Momen menarik selama meliput menurut saya adalah bisa bertemu dengan tokoh, dan berbincang langsung dengan mereka. Makan bersama, Mengikuti keseharian mereka, melihat secara nyata bagaimana mereka bekerja dan membangun negara ini. diluar yang kami sampaikan di on air ke publik, ada banyak kisah menarik dan berharga yang saya dapat. itulah pengalaman terbaik yang saya dapat selama menjadi pewarta. mungkin ga akan didapat jika bukan dengan menjadi jurnalis. dan yang terpenting, saya belajar banyak hal dari mereka.

Liputan di Kantor Balai Kota Jkt
selain bertemu dengan tokoh penting, yang menarik ketika menjadi jurnalis adalah, kita punya akses ke beberapa tempat yang bisa dibilang gak semua orang bisa masuk kesana, hanya orang tertentu saja. ketika liputan, kami bisa masuk kesana dan melihat apa yang ada disana, ini lebih ke pengalaman. dan saya sangat beruntung karena pernah masuk ke beberapa tempat diantaranya Melihat langsung isi didalam istana kepresidenan, ruang kerja pemimpin daerah, ruang rapat/sidang paripurna. ruang pemeriksaan tersangka, dan lain sebagainya. 

Tugas kami adalah menyampaikan informasi/berita yang kami dapat dilapangan ke publik. jujur ini adalah tanggung jawab besar, dan bener-bener bukan hal mudah. semua yang disapaikah harus berupa Fakta, gak boleh dikurang-kurangin, ataupun dilebih-lebihkan. dan gak boleh salah/tidak sesuai fakta yang ada. tau kan akibatnya kalau sampai salah dalam menyampakan berita/informasi. nah disini kami harus benar-benar berhati-hati.

Bersiap Live Report
Bersiap Live Breaking News
oke, yang seru-seru udah. sekarang saya mau bahas hal yang bisa dibilang konsekuensi yang harus ditanggung saat memilih menjadi jurnalis. pertama adalah, kami gak kenal yang namanya tanggal merah / hari libur nasional. ya kalau di hari tersebut adalah hari kamu bertugas, meskipun dikalender warnanya merah, ya kamu tetep harus bertugas. disini waktu untuk orang terkasih terkadang dipertaruhkan. tapi kalau kalian punya passion di bidang jurnalistik, wajib coba buat nyemplung ke media. karena pengalaman yang akan didapat, saya jamin akan bikin kamu ketagihan dan ingin kembali lagi suatu saat nanti.

Oke, itu aja cerita singkat saya selama menjadi Juru Kamera untuk peliputan berita disalah satu media televisi. saya sendiri juga merasa pengalaman jurnalisme yang saya share diatas belum ada apa-apanya, dan masih sangat dangkal. tapi, semoga kisah tersebut bisa memberi gambaran dan inspirasi buat kalian semua yang punya passion dibidang jurnalistik. saran saya, jangan ragu buat mencoba. dan kamu harus ciptakan kesempatanmu sendiri. 

terimakasih buat yang sudah membaca dari awal sampai selesai, kalau ada masukkan & saran silahkan tulis dikolom komentar ya. :)






Categories:

0 comments:

Posting Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!